PERMAINAN TRADISIONAL DARI BUDAYA MENJADI KARAKTER



 Oleh : Ilham Fadlil Aripin
Sumber  Gambar : gdubrak.com
               Sebagai seorang yang berada di lingkungan pendidikan serta berbaur dengan masyarakat kampung yang masih menganut sistem tradisional sunda adalah keuntungan tersendiri untuk mengamati setiap budaya yang ada. Setidak nya dari mulai kecil sudah di terapkan nilai-nilai kehidupan budaya mendasar. contoh saja dalam kegiatan bermain, orang tua mengarahkan Anak-anak nya untuk melakukan permainan-permainan tradisional yang memang sebagai fasilitas pembelajaran dini.
Namun jaman yang semakin berkembang membuat pergeseran dalam beberapa unsur masyarakat. terutama dalam budaya, sehingga permainan tradisional semakin tergusur oleh berbagai media lain yang lebih modern.Apalagi pada anak-anak yang memang tumbuh di perkotaan yang lebih dekat kepada arus laju jaman. Mereka mungkin hanya akan mengetahui permainan elektronik seperti game play station, komputer di bandingkan dengan petak umpet, Oray-orayan, Gobag dan lain-lain. Hal yang perlu di benahi adalah bagaimana menumbuhkan minat anak agar mencintai permainan-permainan tradisional untuk lebih mengenal lingkungan serta budaya nya sendiri. Karena dengan mengenal Budaya mereka sendiri maka akan membentuk karakter mereka untuk kehidupan di masa yang akan datang.
            Dengan demikian pula muncul sebuah pertanyaan, apakah permainan tradisional masih di minati anak anak? Atau lebih ekstrim lagi, apakah mereka masih mengenali permainan tradisional?. Dari pertanyaan itu terbersit kemirisan bahwa kearifan lokal mungkin benar-benar sudah tergusur oleh kemegahan globalisasi yang bergerak begitu pesat. Namun tidak mustahil juga sebagai generasi muda yang akan datang anak-anak di bentuk dengan karakter-karakter budaya setempat dengan kembali memunculkan permainan-permainan tradisional yang merangsang otak mereka. Kembali lagi peran orang tua, guru dan masyarakat sekitar untuk berupaya mengarahkan anak-anak kepada permainan tradisional yang mencetak kepribadian serta karakter mereka. Ada pula beberapa dari kita yang memang mengetahu permainan tradisional namun tidak mengerti apa yang di maksud pengertian permainan tradisional itu. Bisa di artikan Permainan tradisional berkembang dari satu jaman ke satu jaman lain nya dengan pewarisan yang abstrak dari anak-anak jaman dahulu ke generasi penerus nya. Permainan tradisional ini mempunyai nilai-nilai budaya luhur membentuk karakter anak dari pendidikan. Anak akan mendapatkan nilai-nilai yang baik ketika mereka berkesempatan mencoba permainan tradisional diantaranya:
1.      Kerjasama/Gotong Royong
Kerja sama dan gotong royong sangat penting sekali dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan. Masyarakat tak akan maju jika tidak ada kedua nya.Apalagi indonesia adalah negara dengan budaya gotong royong. Namun Anak-anak dapat mengenal nya lebih dini di permainan tradisional. misal nya permainan Gobag, anak di ajarkan untuk gotong royong dan kerja sama dalam meyebrang melewati penjagaan. Begitu juga dengan Bebentengan, gatrik dll. Hanya dengan kelompok yang kerjasamanya baik permainan akan di menangkan. Perlu sekali menerapkan bagaiman kerjasama dan gotong royong sejak kecil, dengan permainan tradisional memudahkan mereka mengenal nya.
2.      Bersosialisasi/Negosiasi
            Mungkin dari kita pernah ada yang bermain anjang-anjangan atau dadagangan. Di dalam permaianan ini Anak di ajarkan untuk bersosialisasi dengan orang lain, saling bercengkrama bernegosiasi dan menyampaikan pesan juga menyampaikan masukan. Selain pembelajaran budaya Indonesia yang saling bersosialisasi dalam permainan anjang-anjangan juga anak-anak di ajarkan bagaimana kehidupan sebenar nya dari masyarakat. Seperti menjadi ibu rumah tangga, mengurusi rumah, memasak dan menyiapkan makanan kemudian menjadi pedagang atau menjadi pelayan.
3.      Berimajinasi serta Kreatifitas
            Dengan Permainan tradisional anak-anak di ajarkan untuk Berimajinasi serta Kreatifitas. Seperti dalam permainan Anjang-anjangan, anak berimajinasi bahwa mereka berada dalam lingkungan masyarakat, menjadi ibu rumah tangga, menjadi ayah serta ibu. Semua bahan yang mereka gunakan adalah hasil dari lingkungan alam. Anak-anak akan berimajinasi dan menghasilkan kreatifitas, seperti membuat perahu dari tapas kemudian balapan di sungai. Atau membuat mobil-mobilan dari kulit jeruk , membuat layang-layang dll. Dari budaya ini anak-anak di bangun menjadi orang yang berimajinasi tinggi serta kreatifitas yang tidak terbatas
4.      Simpati dan Empati
            Simpati dan empati sangat penting bagi pembangunan karakter anak sehingga anak dapat merasakan apa yang orang lain rasakan. Sejak kecil kita di ajarkan untuk memiliki simpati dan empati, misal dalam permainan tradisional perasaan peka terhadap teman kita yang terjatuh atau terluka saat bermain. Semua anggota permainan akan merasakan apa yang dirasakan orang tersebut. Sejak dini anak di tanamkan peduli terhadap orang lain.
5.      Melatih Fisik serta Mental
Jika kita sadar bahwa permainan modern hanya mengandalkan kemampuan otak atau kemampuan jari jemari dalam memainkan permainan nya. tetapi berbeda dengan permainan tradisional yang memainkan kedua peran otak dan fisik seperti gobag, bebentengan, ucing bancah, ucing sumput dll mengharuskan para pemain nya untuk berlari, mengejar melompat memukul, melempar dan bersembunyi dengan cepat. Permainan tradisional ini berperan penting dalam penyaluran energi si anak. Apalagi pada masa-masa 5-6 tahun ketika anak harus banyak bergerak. Selain itu juga melatih mental dalam permainan seperti mental untuk tidak putus asa, lapang dada, saling memaafkan.
6.      Berlapang dada dan Sportivitas
Karena Permainan Tradisional biasanya berkelompok maka permainan harus diatur dengan ketentuan-ketentuan yang telah di sepakati dari awal sehingga jika dari salahsatu kelompok tersebut kalah maka mereka harus berlapang dada. Terkadang pula pemain di beri hukuman yang menarik seperti berjoged atau bernyanyi. Bermain sportif adalah ketentuan yang wajib di lakukan oleh setiap anggota pemain. Jika terdapat satu atau kelompok yang curang maka dapat di beri hukuman atau sangsi sosial. Misal nya tidak lagi di ajak bermain kembali. Permainan ini mengajarkan anak-anak untuk bermain dengan jujur.
7.      Percaya diri dan berani Tampil.
            Permainan tradisional menanamkan rasa Percaya tinggi yang tinggi dan karakter Berani tampil dari si anak. Biasanya dalam permainan individu seperti bermain Lompat tali kemudian bekel, pecle dan congkak. Penting sekali anak mempunyai karakter percaya diri dan  berani tampil sebagai bekal kelak mereka dewasa dalam menhadapi berbagai permasalahan dan tantangan dalam kehidupan nya. anak akan merasakan kesiapan dalam menjalani peran nya sebagai anggota masyarakat.
            Banyak sekali nilai-nilai yang baik dari permainan tradisional. Dari hal yang terkecil saja anak telah di ajarkan untuk menghargai kemudian mencintai kebudayaan serta tradisi yang ada di masyarakat. Mencetak Pribadi yang berkarak terbaik dengan Permainan tradisional serta menumbuhkan cinta tanah air sejak dini. Sehingga kelak permainan tradisional dapat di wariskan untuk membentuk karakter generasi yang akan datang. Untuk mewujudkan hal itu tidak lah mudah, semua unsur masyarakat harus bekerja keras agar kembali menghidupkan permainan tradisional. Apalagi globalisasi yang merenggut anak-anak menjadi anak yang autisme terhadap teknologi. Mereka seakan lupa pada permainan tradisional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DRAMA SIKSA KUBUR