Pengalaman di Iaid



Sebenar nya bukan pilihan utama untuk masuk ke IAID. Masuk ke IAID adalah ke inginan orang tua sejak aku kelas dua SMA, aku berpikir masa-masa itu bukan waktu nya untuk memikirkan kemana kita akan melanjutkan belajar. Lah wong saya masih betah-betah nya ada di SMA. Setelah selesai ujian nasional dengan hasil yang memuaskan, aku mulai berfikir kemana akan melanjutkan belajar. Ada beberapa pilihan saat itu yang akan saya tuju, seperti Uin Sunan gunung djati, ke Universit jendral sudirman dan Universitas siliwangi. Namun Semua nya urung, saya terlambat daftar ke Uin Sunan gunung Djati, serta ke Universitas Jendral sudirman. Jadi rencana nya saya akan masuk ke Univeristas Siliwangi dan mengambil jurusan Tekhnik sipil. Jurusan yang menjadi Impian saya dari dahulu. Namun semua berkata lain, setelah lulus tes seorang teman saya Asep Ilham menelepon saya dan mengajak saya untuk masuk ke IAID. Sempat menjadi pertimbangan untuk tidak menanggapi, namun di pikir-pikir lagi dengan sangat matang akhir nya saya berangkat untuk tes di IAID. Awal nya ragu juga untuk melanjutkan di sana, tapi dengan suasana awal yang menyenangkan membuat saya jatuh hati dan kepincut. Lagi pula itu adalah keinginan orang tua, yah meskipun keinginan orang tua tapi saya dapat menerima nya dengan baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DRAMA SIKSA KUBUR

PERMAINAN TRADISIONAL DARI BUDAYA MENJADI KARAKTER